Bagi pemula di pasar modal pasti akan kebingungan dan muncul pertanyaan "kalau sudah jadi akunnya terus beli saham apa? kan banyak?". Dulu, saya pun mengalaminya dan saat itu saya familiar dengan Gajah Tunggal (GJTL) karena pernah bekerja di anak perusahaannya Polychem (ADMG). Saya tidak tahu jika Polychem juga perusahaan terbuka. Maka, saya pun membeli GJTL dengan modal 100 ribu selang 2 atau 3 minggu saya ke sekuritas. ceritanya ingin belajar ke mereka. Mereka tanya "kenapa beli GJTL? saham ini kan begini begitu.". Saya jawab " karena saya tahunya cuma itu". Seiring waktu saya mulai tahu banyak nama perusahaan terbuka dengan kode sahamnya dan watchlist saham saya mulai banyak. Nah, di artikel ini saya akan berbagi tips membuat watchlist buat pemula.
Modal Anda
Coba lihat di bagian portofolio anda. Berapa jumlah uang yang ada disitu? Jika ada Rp. 100.000 maka anda hanya bisa membeli saham yang harganya kurang dari Rp.1000 saja. Banyak pilihanya. Namun, jika modal anda ada Rp.10.000.000 maka semua saham bisa anda beli.
Pilih Perusahaan yang Anda Kenal Saja
Langkah kedua adalah mencari saham yang anda kenal yang harganya seperti disebutkan diatas, misal di bawah Rp. 1000. Contoh anda punya emas batangan Aneka Tambang. Nah, masukkan ANTM (saat artikel dibuat harganya Rp.830) ke dalam watchlis. Anda suka goreng pakai Bimoli setelah dilihat diproduksi oleh Salim Ivomas Pratama (SIMP) harganya kebetulan masih Rp.358. Begitu seterusnya yang penting harga sahamnya tidak lebih dari Rp.1.000.
Cukup 10 Saham
Saya yakin setelah anda melakukan langkah kedua anda akan dapat banyak saham. Hal tersebut wajar karena anda baru mengetahuinya sekarang jika perusahaan tersebut ternyata terbuka. Langkah ketiga ini yang tersulit. Sisakan 10 saja saham dari watchlist anda. Pasti susah. Saya percaya anda bisa. Kita umpamakan saja watchlist anda tadi adalah barang yang akan anda beli untuk mengisi warung klontong anda. Tidak mungkin kan anda beli semuanya? Bingung kontrolnya. Bagaimana jika 10 barang saja. Gampang kontrolnya dan tahu pasarnya. Kira-kira seperti itu. Mengapa 10 saja? karena pemula perlu belajar pelan-pelan dulu.
Pelajari Polanya
Langkah selanjutnya adalah mempelajari polanya. Anda bisa menambahkan Moving Average atau biasanya di chart sekuritas sudah otomatis ada. Pelajari saat dia naik polanya seperti apa. saham itu akan memiliki pola yang sama namun setiap saham memiliki polanya tersendiri.
Beli dan Jual hanya Saham dari Watchlist
Anda harus disiplin untuk membeli dan menjual saham yang ada di watchlist saja. Tidak boleh di luar itu. Ya, selain watchlist Anda ada saham yang naik sampai mentok. Biarlah. Anda tidak tahu polanya bukan. Watchlist membentengi anda untuk tidak serakah dan melihat bahwa saham lain lebih menjanjikan. Rezeki kita sudah ada takarannya. Bisa jadi saat Anda membeli saham lain kerugian akan membuat anda frustasi. Percayalah itu terjadi. Sebagai pemula itu tidak disarankan.
Ganti Jika Merugikan
Seiring berjalannya waktu Anda akan untung dan rugi. Nah, jika saham tersebut selalu membuat rugi maka wajib dihapus dari watchlist. Bisa diganti atau tidak terserah Anda. Semakin sedikit watchlist semakin gampang mengontrolnya.
Semoga Anda bisa disiplin dan cuan konsisten
